KARYA ILMIAH JADI BUKU YANG SERU



KARYA ILMIAH JADI BUKU YANG SERU

"Sebuah ruangan tanpa buku ibarat tubuh tanpa jiwa. Hidup tanpa buku seperti ruang gelap tak berlampu."

Kata-kata bijak di atas sejatinya selalu mengingatkan kita untuk selalu membaca dan berkarya. Ketika kita berkarya tanpa kita amalkan maka sama halnya ilmu yang kita punya tidak bisa memberi manfaat kepada sesama. Karya Ilmiah atau PTK yang kita buat kadangkala hanya tersimpan di perpustakaan, tanpa banyak orang yang membacanya, maka hal ini kurang membawa manfaat dan perlu kita jadikan buku agar lebih luas kemanfaatannya.

Karya Ilmiah adalah karya tulis yang dibuat untuk memecahkan suatu permasalahan dengan landasan teori dan metode-metode ilmiah. Biasanya Karya ilmiah berisikan data, fakta, dan solusi mengenai suatu masalah yang diangkat. Penulisan karya ilmiah dilakukan secara runtut dan sistematis.

Karya Tulis Ilmiah (KTI) terbagi menjadi dua jenis. Pertama, KTI hasil penelitian dan pengembangan. Kedua, KTI berupa tinjauan, ulasan, kajian, atau hasil pemikiran. Kedua jenis KTI tersebut disusun dengan format penulisan yang sama. Perbedaan keduanya hanya pada tingkat kejelasan subjek yang tinjau dan dikaji, dengan tingkat yang tertinggi berada pada KTI yang berupa tinjauan, ulasan, kajian, atau hasil pemikiran. Subjek pada KTI jenis tinjauan, ulasan, kajian dan hasil pemikiran dijelaskan secara keseluruhan dan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah terlihat begitu baku dan resmi hanya dikonsumsi oleh mahasiswa tingkat akhir yang sekedar mencari referensi untuk tema yang sama. Ini tidak hanya berlaku untuk SKRIPSI saja, masih ada karya ilmiah lain yang endingnya hanya menjadi koleksi karya ilmiah di perpustakaan...tesis, disertasi, laporan penelitian,,dan banyak yang lainnya. Paling mentok biasanya diubah ke dalam artikel ilmiah Informasi yang dihimpun di dalamnya belum dapat dinikmati oleh masyarakat umum. Meskipun sekarang tersedia skripsi online, tetapi tidak semua dapat mengakses internet dengan mudah. Kendala jaringan menjadi masalah utama. Jika sudah demikian, harus dicarikan alternatif solusi agar jendela ilmu ini dapat dinikmati tidak hanya satu dua kalangan, tetapi banyak kalangan.

Solusi untuk permasalahan di atas akan dikupas tuntas pada Pelatihan Menulis Gelombang 18 Pertemuan ke-4 oleh Nara Sumber yang pintar dan cantik yakni Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd. Dengan Tema "Menulis Buku Dari Karya Ilmiah".

Ibu Noralia terlahir di Kudus, 12 Juni 1989. Pendidikan terakhir S2 pada Universitas Negeri Semarang dengan segudang pengalaman kerja sebagai pengajar kimia. Keseharian selain menjadi ibu rumah tangga, juga mengajar sebagai guru IPA dan Prakarya di SMP 8 semarang. Pandemi membuat Ibu Noralia kembali produktif menulis setelah sekian lama vacum, sehingga menghasilkan beberapa buku menarik yang diterbikan oleh penerbit mayor maupun indie.



Salah satu buku karya Ibu Noralia 

Artikel dari Ibu Noralia menuliskan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk membukukan laporan PTK kita. Dalam artikel tersebut dipaparkan secara lengkap cara mengubah PTK menjadi buku.

Agar karya ilmiah kita memiliki manfaat yang lebih, maka dapat diubah ke dalam bentuk buku. Fungsinya agar dapat dibaca oleh para pengajar lainnya. Ini lebih baik daripada berbagi file laporan PTK kita. Jika karya ilmiah kita dibukukan, selain memberikan manfaat dalam berbagi ilmu, buku PTK karya kita juga akan memiliki ISBN. Ini sangat penting dan mungkin dibutuhkan bagi pengajar untuk menambah nilai angka kredit. Selian itu, karya kita juga tidak akan lekang oleh waktu tentang kebermanfaatannya.

Apa beberapa manfaat mengubah karya ilmiah menjadi  buku, yaitu :

1. Dapat dibaca oleh masyarakat awam

2. Buku dapat diperjualbelikan,,jadi ada keuntungan material yang dapat kita peroleh

3. Bagi bapak ibu ASN, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kredit

4. Jika buku bapak ibu banyak yang baca, banyak yang beli, ada kemungkinan nama bapak ibu sebagai penulis akan dikenal oleh banyak orang, ini juga merupakan keuntungan tersendiri

5. Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah menjadi buku.


Bagaimanakah cara mengubah Karya Ilmiah Versi Buku?

1. Kita ubah Judul
judul karya ilmiah versi buku hanya berfokus pada objek penelitian saja. Hilangkan materi, subjek, tempat penelitian. 

Contoh, Judul Tesis"Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMA"

Ketika diubah menjadi Judul Buku " Kiat Menulis Modul Berbasis Riset"
Dapat dilihat dari contoh judul ini, objek/fokus penelitian Tesis terletak pada pengembangan / pembuatan modul, jadi ketika diubah menjadi judul buku, sesuaikan dengan fokus penelitian itu.

Tinggal ditambah kata : "Kiat", "Jurus", "Strategi", "Cara", atau yang lainnya.

2. Ubah Daftar Isi
biasanya untuk beberapa karya ilmiah, daftar isi terdiri dari beberapa BAB, seperti Pendahuluan, Landasn Teori, Metode Penelitian, Hasil Pembahasan, dan Penutup

Maka rubah total daftar isi tersebut menjadi versi buku dengan mengikuti pedoman 2W + 1 H

BAB 1 ( Why = Mengapa )

Jelaskan mengenai pentingnya, alasan penggunaan media,metode, strategi, atau model yang menjadi fokus penelitian. Dapat ditambahkan pula masalah- masalah mengapa harus menggunakan media, metode, strategi atau model tersebut. Jelaskan pula manfaat dari yang menjadi objek penelitian. Hapuslah Rumusan Masalah, Definisi, Operasional dan Tujuan Penelitian pada BAB I

BAB 2 ( What = Apa )

Di bab 2 Merupakan penjabaran teori-teori dari landasan teori yang ada di bab 2 karya ilmiah.
Biasanya di bab 2 versi Karya Ilmiah, ada penjelasan tentang media, jenis media, manfaat media, penjelasan media tertentu, karakteristik suatu media tertentu, hasil belajar, dll. maka, teori-teori ini dapat dijadikan beberapa bab dalam sebuah Karya Ilmiah versi buku.

Misal : bab 2 hanya menjelaskan apa itu media. Isinya tentang pengertian, jenis, manfaat dan karakteristik suatu.media tertentu
Pada bab 3 menjelaskan belajar dan pembelajaran. Isinya tentang hasil belajar, faktor yang mempengaruhi hasil belajar, dll

BAB 3 (How= Bagaimana)

Pada Bab 3 ditulis bagaimana  tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan dan bagaimana penerapannya. Untuk rumus statistika yang biasanya ada pada Bab 3 karya ilmiah sebisanya dihilangkan semua. Ini dituliskan setelah penjabarab teori.

3. Ubah sedikit ISI karya ilmiah

A. Dalam mengubah karya ilmiah menjadi buku, penting sekali memperbanyak isi materi variabel bebasnya. Kita dapat menentukan perluasan materi tersebut berdasarkan kata kunci judul buku kita. Dengan kata lain, karya ilmiah yang diubah menjadi buku berarti lebih memperluas isi bacaannya berdasarkan sumber yang relevan. Misalkan judul implementasi Media stereofoam pembelajaran Organisasi kehidupan untuk meningkatkan kreativitas, maka yang harus dikembangkan adalah tentang Media (Pengertian, manfaat, jenis), Pembelajaran (materi tentang belajar mengajar), Kreativitas (diberi pengertian dan lainnya).


B.Hilangkan semua kata Penelitian/ laporan PTK, laporan skripsi dan lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah


C. Boleh menampilkan grafik tetapi jangan terlalu banyak. Cukup grafik yang penting saja. Grafik lain yang tidak ditampilkan, ubah dalam bentuk kalimat


Cara mengubah BAB 4 versi Karya Ilmiah menjadi buku agak sedikit rumit. Cara yang paling efektif adalah tetap berpedoman pada HOW

Jadi cukup ambil isi di bab 4 itu tentang bagaimana pembuatan yang menjadi objek penelitian, ceritakan bagaimana ketika diaplikasikan dalam sebuah pembelajaran, kira-kira menemui kendala apa, masalah apa, kelebihan apa, dan bagaimana hasilnya ketika yang menjadi fokus penelitian itu diterapkan di pembelajaran (dilihat dari hasil belajar siswa, aktivitas siswa selama pembelajaran, respon siswa dan sebagainya). Juga dapat menyematkan sedikit hasil penelitian bapak ibu ketika menjelaskan tentang bagaimana hasil penerapannya.


4. Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis maka akan semakin bagus buku yang dihasilkan.  Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku

Untuk Isi dan Datar Pustaka masih sama.

Cara agar tidak terkena self plagiarisme

1. Dapat menggunakan teknik parafrasa

2. Tambah rujukan baru ke dalam karya ilmiah versi buku kita.

3. Pilah isi dari karya ilmiah asli yang benar-benar dianggap penting untuk dicantumkan dalam karya ilmiah versi buku
Jadi, meskipun beberapa daftar pustaka ada yang sama, namun isi karya ilmiah versi buku kita akan berbeda karena kita sudah memparafrase kan isinya.

5. Laporan Karya Ilmiah yang dibukukan, haruslah yang sudah dipublikasikan, minimal tingkat sekolah atau MGMP di wilayah masing-masing.

6. Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut

7. Jika ada rujukan baru, maka rujukan yang diambil boleh menggunakan blog, namun situs blognya haruslah situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book, atau lainnya. JanganGAN gunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dll

8. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan Dengan aturan Penerbit masing-masing

Pemaparan yang dipaparkan oleh Ibu Noralia sangat menarik dan bermanfaat bagi seorang guru, karena sebagian besar guru sudah menempuh S1 dan menyelesaikan minimal satu PTK atau satu Karya Ilmiah, maka jika kita ingin beramal dengan ilmu, jadikan Karya Ilmiah kita menjadi sebuah buku agar dapat dibaca oleh para pengajar lainnya, bahkan oleh khalayak ramai. Karya kita juga tidak akan lekang oleh waktu tentang kebermanfaatannya.

Salam Literasi

Siti Chotijah

Tanggal Pertemuan : Senin, 12 April 2021
Resume : ke-4
Tema     : Karya Ilmiah Jadi Buku
Nara Sumber    : Noralia Purwa Yunita, M.Pd
Gelombang    : 18


Komentar

  1. waah bagus resumenya bu.. opening ny mantap...πŸ˜ŠπŸ‘ salam.kenal dari sumbar bu .πŸ™

    BalasHapus
  2. Wah, mantap resume nya bu luarbiasaπŸ‘πŸ‘

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH DI PENERBIT INDIE

DASAR DALAM SEBUAH PENULISAN

Teknik Membuat Resum Untuk Jadi Buku