CARA JADI PENULIS BERSAMA IBU Dra. SRI SUGIASTUTI, M.Pd.


Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd

"Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak" [Ali bin Abi Thalib]

Perang terbesar adalah melawan hawa nafsu kita sendiri. Untuk menjadi seorang penulis membutuhkan suatu kekuatan untuk melawan kemalasan, untuk itu ketika menulis kita harus mempunyai semangat  yang luar biasa karena  "Better Late Than Never" 

Terkadang sebagai penulis pemula, seringlah merasa bahwa tidak ada yang perlu ditulis, bingung, tidak ada yang hebat, padahal kalau kita sedikit peka kepada keadaan sekitar, menjadi pendengar ketika seorang teman curhat ataupun mencoba untuk merenung tentang apa yang terjadi pada diri kita, semua itu bisa kita jadikan ide dalam menulis. 

Menurut Ibu Sugiastuti, menemukan ide itu bisa dari para sahabat, para kerabat ataupun apa yang ada dipikiran kita tentang pengalaman dan perjuangan mereka yang luar biasa.
    
Bagaimanakah agar buku yang kita tulis menjadi baik. Ada beberapa tahapan atau proses yang harus dilalui :
Pertama, bangun mental atau keinginan yang kuat dan mengumpulkan ingatan. Semua impian itu berawal dari niat atau keinginan. Jika cuma sekedar ingin namun tidak dibarengi dengan usaha yang kuat, hasilnya tidak akan sempurna atau bahkan nihil. Ibaratnya seperti membumbui burung yang sedang terbang. Hanya angan-angan belaka.
Kedua, menentukan tokoh dan karakter disetiap sub judul. Tokoh merupakan para pelaku yang terdapat dalam sebuah cerita sedangkan karakter adalah watak, sifat, akhlak ataupun kepribadian dari seorang tokoh. seorang tokoh sangat diperlukan supaya cerita  atau tulisan yang kita buat hidup.. Agar enak dibaca, dibawah sub judul boleh diawali dengan kata-kata bijak, penggalan hadist atau ayat Al Qur'an yang sesuai dengan tema. 
Ketiga, sebelum menulis buku, tentukanlah tujuan menulis itu apa, segmen pasarnya bagaimana. Suatu contoh : Tujuan dari  Ibu Sugiastuti menulis adalah berjuang melawan lupa, terapi jiwa, sedekah ilmu dengan memotivasi, berdakwah melalui tulisan dari apa yang dilihat, di dengar, juga memberikan apresiasi dari tokoh yang ditulis
Keempat, tentukan tema dan membuat outline atau daftar isi yang mau dijadikan sub judul. Sebelum membuat outline kumpulkan terlebih dahulu materi-materi yang mendukung. Outline, data statistik, kata-kata bijak, teori, gambar, point-point penting atau refleksi pribadi tergantung kebutuhan tulisan kita. Persiapan membuat outline yang harus dilakukan adalah menentukan topik. Jika tulisan kita nantinya bersifat reflektif, persuasif, informatif ataupun berangkat dari penelitian, hendaknya kita harus tetap fokus kepada satu sifat tulisan dalam menjaga pikiran kita agar tidak sampai keluar jalur. 
Kelima, jangan berputus asa dan jangan terlalu muluk-muluk, biarkan tulisan menemukan takdirnya.

Menulis itu mengikat makna, menghimpun dan menebar gagasan karena menulis adalah suatu langkah perjuangan menyenangkan. Ketika memulai menulis haruslah mempunyai pemahaman bahwa menebar pengetahuan untuk orang lain akan menuai kebaikan di dunia dan akhirat.

Pemaparan dari Ibu Dra. Sri Sugiastuti  begitu bermakna dan bermanfaat. Beliau dilahirkan di Semarang, tgl. 8 April 1961. Kuliah di UNS dan lanjut S2 di UMS 2007. Menjadi kepala sekolah di SMK Tunas Pembangunan 2 Surakarta. Penggiat literasi dan sudah banyak buku yang ditulis. Ibu yang suka bersilaturrahmi ini terkenal dengan nama Ibu Kanjeng dan juga merupakan ratu antologi. Namun ada sebuah kutipan yang sarat dengan makna sehingga   membuat saya berkesan yakni "Aku Dengar Aku Lupa, Aku Melihat Aku ingat, Aku Melakukan Aku Bisa"


Salam Literasi

Siti Chotijah


Tanggal Pertemuan : Senin, 5-4-2021
Resume ke              : 1
Tema                       : Cara Jadi Penulis
Nara Sumber          : Dra. Sri Sugiastuti
Gelombang             : 18


 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH DI PENERBIT INDIE

DASAR DALAM SEBUAH PENULISAN

Teknik Membuat Resum Untuk Jadi Buku